Selasa, 31 Januari 2012

 MISTERY 7 TOMBAK Ibu Ratu Pantai Selatan
Menyelusuri sejarah secara detail memang sangatlah sulit untuk kita kaji, disamping perbedaan zaman yang kita alami saat ini jauh tertinggal dengan zaman mereka, namun secara maknawi, tidak semua sejarah musnah begitu saja dan tanpa bisa dibuktikan, karena fakta disini akan mengupasnya. Bercerita tentang tokoh yang satu ini sampai kapanpun terus menjadi prokontra kalayak rame, suatu mithos dan kenyataan sejarah, akan terus mewarnai pemahaman orang-orang yang belum paham sejatinya siapa Ibu Ratu Pantai Selatan, sesungguhnya. Mereka saling membenarkan pendapatnya masing-masing dengan mengatas namakan keluarga atau silsilah garis keturunannya. Wal hasil, dalam pemahaman sesungguhnya mereka masih dalam tarap katanya, inilah kisah selengkapnya yang disarikan dalam kitan kuno. Terboekanja Puelo Djawa / terbukanya pulau Jawa, karangan Habib Syeikh Muhammad Idrus, ditulis pada tahun 1845, yang dinukil dari Nabiyullah Hidir AS. Kisah perempuan yang semasa hidupnya ngahyang / raib, bermula dari Istri Nabiyullah Sulaiman AS, yang bernama Ratu Bilqis, setelah suaminya wafat kehadirat Allah SWT. Beliau ngahyang karena cintanya yang begitu besar terhadap suaminya, namun Allah berkehendak lain, beliau akhirnya ditempatkan menjadi ratu laut selatan dibawah perintah Nabiyullah Hidir AS, yang mengepalai seluruh Abdul Jumud, Ahmar, Abyad, Qorin dan Junu, di wilayah Timur Tengah. Juga Nyimas Ayu Nilam, atau Kencana wungu, atau Dewi Sekar Wangi atau Dewi Nawang Wulan, istri Jaka Tarub, yang kini menjadi ratu pantai selatan, bagian Cilacap. Siti Aisah atau Dewi Pembanyun atau Nyimas Rara Ayu, Pokeshi, keturunan Demak, yang ibunya dinikahi oleh Prabu Siliwangi, beliau pada akhirnya ngahyang dan menjadi Ratu Pantai Selatan, bagian Demak Yogyakarta dan Solo. Dewi Nawang dan Nawang Sari, putri dari Prabu Siliwangi yang menikah dengan Ratu Palaga Inggris, beliau juga ngahyang dan menjadi penguasa pantai selatan, setelah kerajaan ayahandanya raib akibat ditanam Lidi Lanang. Dewi Sekar Sari atau Dewi Andini, salah satu putri Dewi Nawang Wulan, beliau sejak lahir telah menempati salah satu wilayah pantai selatan, yang menguasai Abdul Jumud dan Ahmar, bagian Sukabumi, Garut dan sekitarnya. Dalam hal ini Misteri tidak membedarkan secara detail tentang sejati diri mereka, namun hanya menceritakan perjalanan 7 tombak yang pernah menjadi bagian dari hidup Dewi Nawang Wulan, putri dari Prabu Siliwangi, yang kini telah diwariskan pada manusia bumi. Secara rinci 7 tombak yang dimaksud dalam kisah kali ini punya nama dan gelar sebagai berikut :
  1. Tombak Cakra Langit, bergelar, Tombak Kesyahidan. Motif, lurus dengan kinatah emas murni berbentuk jangkar melingkar, ditengah badan menjulang empat tombak kecil melingkari kepala, dengan kinatah berlian red diamond memutar. Tombak ini diberikan kepada Kanjeng Suanan KaliJaga, untuk melawan kesaktian Prabu Siliwangi, atas perintah Prabu Panatagama Tajuddin Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) dalam penyebaran agama Islam, dan tombak ini sebagai cindra mata perkawinannya Dewi Nawang Wulan, dengan Sunan KaliJaga. Silsilah tombak Cakra Langit, akhirnya turun temurun diwariskan kepada ahlul Khosois, diantaranya, Quthbul Abdal, Syeikh Malaka Tajuddin, Makassar, Quthbul Muqoiyyad, Syeikh Hasyim bin Asy’ari, Aceh, yang diturunkan kepada muridnya Ahmad Suyuti bin Jamal, Kalimantan, Quthbul Autad Min Zumhur Ulama, Ki Tholkha Kalisapu, Mbah Hamid, KiPanjul dan kini berada ditangan Min ahlillah Qurbatul Wilayah Syareatul Khotam, namun sayang tidak boleh dipublikasikan.
  2. Tombal Punjul Wilayah, bergelar, tombak Antakusuma. Tombak ini diberikan kepada putrinya Andini, sebagai lambang dari tahta istananya yang dikemudian hari diberikan kepada suaminya Dampu Awuk, gunung Sembung. Lalu diturunkan kepada putrandannya yang bernama, Raden Sa’id atau pangeran LungBenda Jaya Negara. Dari Raden Sa’id, akhirnya berpindah tangan karena dicuri oleh segerombolan aliran hitam yang mengatas namakan perguruan “Kijang Kencana” yang dikepalai oleh murid sakti Pangeran Ambusana, Weleri Jawa Tengah. Baru setelah 20 tahun ditangannya, tombal Punjul akhirnya dimiliki seorang pertapa sakti Buyut Ajigung Ajiguna, setelah adu kesaktian. Kisah tombak ini turun temurun dijaga oleh sebagian bangsa Hindu dan pada akhirnya raib dihutan Banyuwangi Jawa Timur, dan baru setelah seorang Waliyullah kamil, Mbah Hafidz, yang berasal dari Timur Tengah, menduduki wilayah tersebut, akhirnya tombak Punjuk Wilayah, tetap terjaga. Kini tombak Punjul, masih dijaga oleh muridnya yang bernama Ki Panjalu Pati Jawa Tengah. Bentuk tombak Punjul Wilayah. Motif lurus, urat air hujan (Majapahit) warna hitam kebiruan, dengan lima ujung mata tombak mengarah kedepan. Tombak ini sudah dirombak dari bentuk aslinya oleh Mbah Hafidz, sebagai suatu pengelabuan dimasa yang akan datang agar tidak disalah gunakan.
  3. Tombak Panatagama, bergelar, Raja Maemun. Pemberian dari Sulthonul Jin Maemun Indramayu. Motif tiga cabang tombak kedepan, urat besi aji meteor legam, hitam bersisik tanpa pamor, dihiasi 7 batu merah delima, 3 zamrud Colombia dan 4 shapire Srilangka serta 11 batu biduri air. Silsilah tombak ini Misteri hanya kedapatan 4 orang dan lainnya tidak diketahui, yaitu, Syeikh Abdullah Al-Fanani Min Rijalullah, Syeikh Qosim Al-Jawi, Syeikh Mudaim, dan Ki Toha Tegal Gubug.
  4. Tombak Cemeti Rosul, bergelar Tombak Alam Jagat Raya. Tombak ini bermula dari pemberian Rosulullah, berupa cemetipanjang (Besi panjang) yang diberikan kepada Nabiyullah Hidir AS, sewaktu dibaiat Maqomul A’dzom, di alamus Sama tingkat enam, yang kemudian diberikan kepada Dewi Nawang Wulan, sewaktu dibaiat Syahadatiyyah oleh Ahli Rijal bangsa Rububiyyah ahlul Barri. Lewat mandat Dewi Nawang Wulan, bahan tadi dibentuk oleh abdi dalem, Empu Jalaga Widesa, berupa tombak mata satu dengan urat bumi yang sangat indah. Baru disaat kota Cirebon diserang oleh pasukan tamtama Lewmunding, Tombak ini diserahkan kepada Syeikh Magelung Sakti, sebagai benteng pertahanan paling kuat kota Pesisir. Lalu tujuh tahun setelah itu, tombak tadi diserahkan kepada Andika Syeikh Muhyi Pamijahan, atas ilafat Syeikh Sanusi goa gunung Mujarrob, yang menyatakan sudah waktunya berpindah tempat. Dari Syeikh Sanusi, Tombak Cemeti Rosul, akhirnya dirubah bentuk menjadi sebatang keris Budho madya kuno dengan urat alami jagat raya yang selalu menitikkan air disela uratnya, cara perubahan keris ini menurut pandangan Syeikh sanusi, sebagai lambang penyatuan antara Islam dan Kejawen yang diajarkan bangsa Waliyullah, pada masa itu. Sarung kerisnya dibuat dari kayu Kaukah, dengan dihiasi 21 batu merah delima, 41 zamrud Colombia, 17 shapire Birna, 70 berlian putih, dan 4 pink shapire srilangka. Pada tahun 1961, keris ini diberikan kepada Habib Muhammad bin Khudhori, Magelang, atas hawatif yang diterimanya untuk mengambil secara langsung didalam goa gunung Mujarrob, Tasikmalaya Jawa Barat. Dan pada tahun 1998, sebelum beliau wafat, keris ini diberikan kepada Habib Syeikh Arba’atul ‘Amadu, atas mandat langsung dari Syeikh Sanusi. Kelebihan dari wujud keris ini tidak bisa di foto dengan kamera digital maupun otomatis lainnya. Kini Keris Cemeti Rosul, sedang dipinjam oleh Ahlullah Quthbul Muthlak Habib Ali bin Ja’far Alawi, Arab Saudi.
  5. Tombak Karara Reksa, bergelar, Tombak Derajat. Motif bergerigi dengan cabang berantai lebih dari sepuluh. Warna putih gading dengan bentuk tumpul, memancarkan cahaya putih kehitaman. Tombak ini hasil riyadho Dewi Nawang Wulan Sendiri, sewaktu masih menjadi murid Ki Ageng Surya Pangeran Kuncung Anggah Buana (Ki Buyut Trusmi) Bahan yang dimilik tombak ini berasal dari kembang pinang yang sudah membatu. Kisah tombak Karara Reksa, selalu muncul sewaktu-waktu disaat menjelang pemilihan president, dan kini tombak tersebut masih terpelihara dialam istana ghoib laut selatan.
  6. Tombak Karara Mulya, bergelar, Tombak Mangku Mulyo. Tombak ini tidak diketahui pembuatnya, hanya saja setelah dipegang Dewi Nawang Wulan, tombak ini dihadiahkan atas perkawinan putrinya yang bernama, Nyimas Anting Retno Wulan, untuk suaminya Pangeran Jaladara, putra Kyai Ageng Bintaro Kejuden. Dari Pangeran Jaladara, diturunkan kepada putranya, Pangeran Seto Bulakamba, dan kemudian diwariskan pada gurunya Ki Alam Jagat Bumi, Banten, lalu turun temurun diberikan kepada Syeikh Asnawi Banten, Syeikh Masduki Lasem, Syeikh Samber Nyawa Purwodadi, Mbah Hafidz Banyuwangi dan yang terakhir kepada Habib Husein bin Umar bin Yahya Pekalongan. Asli dari bentuk tombak Karara Mulya, disetiap ujung sampai pangkal bawah berjeruji sangat tajam seperti mata kail pancing, namun demi menjaga kelestarian dari keberadaan tombak fenomenal ini akhirnyaHabib Husein, merombaknya seperti yang anda lihat saat ini.
  7. Tombak Tulungagung, bergelar Tombak Sapta Jati. Tombak ini diwariskan secara langsung dari tangan Dewi Nawang Wulan, sebagai tanda terima kasihnya, atas keluhuran derajat Habib Husein, yang mau menyelamatkan bumi Pekalongan, dari amukan tsunami hingga tidak sampai terjadi. Kisah ini terjadi pada tahun 1998, bulan Pebruari, tepatnya selasa kliwon. Kini tombak tersebut dirubah sedikit dari bentuk semula yang aslinya seperti segi tiga menjadi tombak lurus dengan pahatan panel bunga. Dan sebagai pengantar terakhir dari Misteri. Kisah ini sudah dapat restu dari beberapa orang terkait kecuali Habib Husein bin Umar, karena beliau kini sudah (Alm).
Semoga dengan pembedaran kisah 7 tombak fenomenal yang barusan Misteri bedarkan, menjadikan kita sadar diri dengan apa yang selama ini banyak kita dengar. Karena apapun benda bertuah kelas wahid, tidak bakal jatuh pada manusia yang masih memegang, katanya, dan aku-aku sebagai pedoman hidup.
Sebab pemahaman tentaang keluasan bangsa gaib bersumber dari pembelajaran Ilmu Islam, Iman, Solah, Ihsan, Syahadatul Kubro, Siddikiyyah dan Qurbah, secara dhaukiyyah (Merasakan langsung)

Jumat, 16 Desember 2011

ASMA ABDUL JABAR

BISMILLAHIRROHMAANIRROHIM ALLOHUL GHOLIIBU ALLOHUL QOHAR MUJIIRU KULLI JABBARIN ANNIDDIINA WA SIRRROL HAQ WA QUWWATI WA SULTHONI BI KALLAMULLAH

Kunci: YA RASYID YA QUDUS YA ILYASAA
Tawassul: Nabi Muhammad, Malaikat 4 (Jibril, Isrofil, Izroil, Isrofil) Syekh Abdul Qodir Jaelani, Bapak Ibu kita, diri kita, man ajazani. Khasiat: mencari ridho Allah pada umumnya. Pengobatan penyakit medis dan non medis, menambah bobot pukulan, karisma, pengasihan. Silahkan mengamalkannya. @@@




AMALAN TAMBAHAN UNTUK YANG SEDANG TERLILIT HUTANG
Selain mengamalkan salawat dan doa di atas pada malam hari, khusus untuk Anda yang sedang terlilit hutang dan menginginkan segera terbayarnya hutang dengan solusi yang tidak disangka-sangka, maka bacalah ayat di bawah ini. Ayat 128-129 dari surat At-Taubah apabila diwiridkan setiap hari sesudah sholat fardlu lima waktu sebanyak 7 kali, oleh orang yang lemah maka ia menjadi kuat; jika yang membacanya orang hina maka ia menjadi mulia; jika kalah ia menjadi menang, kesulitannya menjadi mudah, jika rezkinya sempit maka dilapangkan oleh Allah; jika susah menjadi senang, dan jika ia berhutang maka hutangnya cepat terbayar. Mengingat dua ayat tersebut sangat banyak faedahnya/ khasiatnya, yang meliputi aspek kebutuhan atau hajat dalam kehidupan, maka hendaknya dijadikan wiridan tambahan setiap hari seusai mengerjakan sholat fardhu lima waktu.
Bismillahirrohmanirrohim. Laqod jaa-akum rosulum min anfusikum `aziizun `alaihi ma `anittum hariishun `alaikum bil mu`miniina ro-ufur rohiim. Fa inta wallaw faqul hasbiyallohu laa ilaha illa huwa `alaihi tawakkaltu wahuwa robbul `arsyil `azhiim.


ASMA SAYYID ABDUL JABBAR ABDUL KARIM

Salam Pamuji Rahayu dalem kangmas ki wongalus lan ki bengawan chandu lan poro pini sepuh sedulur sedoyo sing kawulo tresna ni.
Ijazah :
Ku Ijazahkan Asma sayyid Abdul Jabbar Abdul Karim atas haq Allah dan Ijin Allah secara sempurna.
Jawab : Qabiltu (Tahan Napas ucap Aliif Laam Laam Haa 7x dan kirim Alfatihah ke sayyid Abdul Jabbar Abdul Karim)
Salam persaudaraan kepada seluruh sedulurku, ijinkan saya berbagi kembali setetes ilmu dari lautan ilmu yang dimiliki Allah SWT. semoga bisa menjadikan amalan bermanfaat dalam rangka menuju Ridho Allah SWT. Asma ini di ajarkan langsung oleh Rijalul ghoib Sayyid Abdul Jabbar Abdul Al Karim dibukit Jabal Nur dengan Astral. Disebuah gua yang sepi dan tenang layaknya sebuah Masjid dan penuh dengan Jama’ahnya. Dahulu ini adalah Asma yang pernah di gunakan oleh The Great Alexander ketika mengekspansi eropa. Dimana Iskandar Agung juga mengakui kenabian Ibrahim pada saat itu, Wallahu ‘alam. Berikut Asma Sayyid Abdul Jabbar Abdul Karim :
Tawasul :
- Illa Hadaratin Mustofa Nabiyyuna Muhammad SAW Al Fatihah
- Salamun ‘alaika Yaa Ahlul Baiti Samawaati Wa Bil Khususan Ummul Jami Malaikatul Muqorrobin Qorribin As samawaati Malaikatul Jibril AS Al Fatihah
- Salamun ‘alaika Yaa Jami Nabiyulloh wa Waliyulloh wa Sahilihin Fil Ardhi Al Fatihah
- Salamun ‘alaika Yaa Jami Rijalul Al Ghoibi Wabil Khususon Ar rijalul Ghoibi Assayyid Abdul Jabbar Abdul Karim Al Fatihah.
- Illa Hadaratin Al Fatihah ruuhi Man Ajzani Wong Djowo
- Illa Hadaratin Al FAtihah Abii Wa Umii Al FAtihah
- Iilla Hadaratin (Diri sendiri)
- Illa Hadaratin Al Fatihah Minal Muslimin Wal Muslimaat Mukminin Wal Mukminaati Al Ahyai Minhum Wal Amwaat
Asma sayyid Abdul Jabbar Abdul Karim :
Kunci Sebelum Membaca Asma ( Aliif Laam Laam Haaa Tahan napas di dada 7 x pernafasan)
Kalimat Pertama :
DZUL QUWWATIN ALIYYIL ADHIIM (dibaca 1000x atau hingga hati merasa ridho dan ikhlas) Selama 7 malam
Kalimat Kedua :
DZUL QUWWATIH AZZIZIL ADHIIM (dibaca 1000x atau hingga hati merasa ridho dan ikhlas) Selama 7 malam
Kalimat Ketiga :
INNA QUWWATAH AZZIZIL HAKIIIM (dibaca 1000x atau hingga hati merasa ridho dan ikhlas) Selama 7 malam
Kalimat Keempat :
BII BARRAKALLAHU INNA QUWWATAH AZIZZIL ADHIIM (dibaca 1000x atau hingga hati merasa ridho dan ikhlas) Selama 7 malam
Syarat Laku : silahkan di tempat yang hening dan bersih atau dirumah pun tak masalah asal bisa buat bertafakkur. Dalam zikir jgn tergesa2 resapilah dengan bertafakuur kebesaran Allah dan jauhi niyat2 diluar dari pada itu.
Pantangan : Jgn MOLIMO
Untuk khasiatnya silahkan di gali sendiri lebih dalam lagi karena semuanya atas ijin dan kehendak Allah SWT semata semuanya karomah atas ijin NYA semata.
Demikian Asma ini semoga bermanfaat bagi sedulurku semua, Bila ada dari diriku yang salah maka tinggalkanlah bila ada yang bermanfaat maka petiklah, aku bukanlah seorang pengamal aku hanya seorang pejalan yang berjalan menyusuri kehidupan mencari setetes embun ridho Allah yang menyejukkan. @@@ 



YA HAYYU YA QAYYUM, LAA ILAAHA ILLA ANTA (41 x perhari)



Hati nurani yang hidup menjadi guru penuntun perbuatan manusia. Hati nurani yang mati, membuat manusia lebih mengedepankan penggunaan akal. Apabila akal menjadi penguasa satu-satunya, manusia cenderung tidak bijaksana. Nafsu, ego dan keinginanlah yang akan dominan dan kepentingan orang lain akan terabaikan.
Maka, hidupkanlah hati nurani. Masalahnya, tidak mudah menghidupkan hati nurani–yang merupakan tempat Tuhan memberikan pengajaran kepada setiap manusia. Perlu tekad/niat yang kuat serta latihan. Latihan yang biasa saya jalankan adalah: LAKUKAN PERBUATAN YANG TIDAK KAMU SENANGI. DAN JANGAN LAKUKAN PERBUATAN YANG CENDERUNG KAMU SUKAI.
Contohnya: Saat saya ingin keluar rumah, maka saya malah sengaja melawan keinginan tersebut dan tidak keluar rumah. Saat saya ingin tidur karena mengantuk, maka saya justeru melawannya dengan sholat. Saat dompet saya sedang kosong, maka saya justeru menyumbangkan sedikit uang yang ada untuk orang fakir miskin.
Hakikat laku tirakat sebenarnya adalah PENGENDALIAN DIRI. Yaitu mampu tidak mengutamakan diri sendiri yang diliputi oleh NAFSU, EGO dan KEINGINAN. Namun lebih mengutamakan orang lain, mengutamakan kepentingan masyarakat, mengutamakan kepentingan Tuhan Yang Maha Kuasa. Para nabi/rasul/utusan Tuhan adalah contoh yang sangat baik bagaimana mereka yang mampu MENGENDALIKAN/ MENGALAHKAN/ MENUNDUKKAN kepentingan diri sendiri dan mengutamakan UMAT/ MASYARAKAT/ ORANG LAIN. Sehingga hidupnya MEMBAWA BANYAK MANFAAT untuk sesama. Suka menolong dan membantu makhluk-Nya yang menderita, lemah, tersingkir, tidak diperhatikan.
Bila amal kebajikan ini telah menjadi bagian utama laku syariat perbuatan kita, maka itulah saat kita bermakrifat yakni diri sendiri sudah ditundukkan, dan diri-Nya yang akan hadir. Gusti Allah akan manunggal di dalam “aku” kita. Allah menjadi tangan, kaki, mulut, telinga dan seluruh perbuatan kita adalah perbuatan-NYA.
Terakhir, ini ada kiat untuk menghidupkan mata hati. Al Kattani, seorang sufi berkata: Aku bermimpi bertemu Rasulullah SAW dan aku memohon padanya, berdoalah kepada Allah agar DIA tidak mematikan hatiku. Rasulullah bersabda; ucapkan EMPAT PULUH SATU KALI SETIAP HARI, YA HAYYU YA QAYYUM LAA ILAAHA ILLA ANTA, maka Allah akan menghidupkan hatimu.
Abu Yazid al Bisthamu meriwayatkan: aku bermimpi bertemu dengan Allah SWT, lantas aku bertanya kepada-Nya: Bagaimana aku menempuh jalan kepada-MU? Allah berfirman: TINGGALKAN DIRIMU DAN KEMARILAH”

Di Maharkan Barang Bertuah Bagi Yang Membutuhkan

Selasa, 31 Mei 2011





1. Taring Macan = Mahar Rp. 150.000,-
2. Keris Semar = Mahar Rp. 75.000,-

3. Keris Luk 3 Kuningan Asihan jaga diri penglaris = Mahar Rp. 500.000,-